Halaman





Sabtu, 24 November 2012

Repeat news sunat pindo

Artis pantura si ‘Edan Anyaran’ Dedy Yohana mengeluarkan album tarling dangdut baru bulan ini.  Pada album ini, Dedy menjagokan lagu ‘Sunat Pindo’ yang sa’ir maupun musiknya masih bernuansa etnik Dermayonan.
Hal ini disampaikan Dedy saat mendatangi studio K2 FM pada Sabtu siang (29/9).  Datang mengenakan jaket hitam dan tidak terlihat seperti wong edan anyaran, Dedy bercerita tentang album barunya.  Radio K2 FM mendapat kehormatan pertama dikunjungi seniman besar asal Pekandangan ini.  Lagu ‘Sunat Pindo’ sengaja mengambil kata-kata yang mudah diingat karena menyebut ‘sunat’ bermakna anak (laki-laki) yang di-khitan.  Namun makna keseluruhan dari lirik lagu ini ditujukan kepada orang dewasa.  Atau semacam pesan ; lebih baik di-khitan dua kali daripada sakit hati cintanya ditolak.  
Kepada K2 FM, Dedy mengatakan, makna yang terkandung dalam ‘Sunat Pindo’ sebenarnya bercerita so’al asmara seseorang yang lebih baik memilih mati daripada tidak bertemu jodoh.  “Bayangkan jika seseorang sudah lama menanti cinta seorang wanita, tiba-tiba direbut orang lain”, kata Dedy mengomentari lagu ini.
        Sedangkan lagu ke-dua yang akan diperkenalkan kepada masyarakat adalah sebuah lagu lawas milik Yoyo Suwaryo ‘Aja Watir’.  Kemasan lagu ini dibuat sesuai lagu aslinya.  Perbedaan terletak pada komposisi musik yang dibikin seperti lagunya band Wali.  “Saya sangat menghargai karya milik Yoyo makanya saya tak berani mengubah total lagu asli”, tegasnya.  Ia pun mengaku, untuk ‘memakai’ lagu milik Yoyo ini, telah memberikan kompensasi kepada anak almarhum Yoyo Suwaryo.  

            Video klip album ini tengah digarap. "Kebetulan kemarin ada tetangga mengkhitan anak. Kebetulan juga nanggap sisingaan, jadi kesempatan itu saya gunakan untuk pengambilan gambar pada pembuatan VCD Album 'Sunat Pindo'. 
         
         Sebelum pulang, ia titip salam kepada seluruh crew K2 FM : Iim, Hery dan Ebod.  Nah kalau 'titipan' yang lain mana Ded ? (Jeffry)   

0 komentar:

Posting Komentar